widget

8 Jun 2013

Drama "Never on Wednesday"

Diposting oleh Unknown di 05.37 0 komentar

Drama Never on Wednesday Karya Richard A. Via

T E M A
Tema utamanya yakni kejutan ( Surprise ) dan kebahagiaan atau keharmonisan suatu keluarga. Drama ini menceritakan bagaimana Fred ingin memberi kejutan kepada keluarganya dengan menjemput sang nenek di stasiun. Tema keharmonisan keluarga tampaknya juga mendapat tempat dalam drama ini dan hal ini bisa dirasakan langsung dalam keluarga Mr. & Mrs. Paul.

A L U R
Alur drama ini merupakan alur maju yakni menceritakan kejadian atau situasi mulai dari awal sampai akhir. Diawali dengan perbincangan antara orang tua dan ketiga anaknya hingga akhirnya keberangkatan ketiga anak mereka menjemput sang nenek di stasiun.

S E T T I N G
Setting drama ini yakni di sebuah ruang keluarga yang umumnya dapat dijumpai di rumah-rumah orang Amerika.

K A R A K T E R
AYAH ( MR. Paul) : digambarkan sebagai sesosok ayah berusia 40-45 tahun yang tegas dan bertanggungjawab terhadap keluarga terutama dalam memberi perhatian terhadap anak-anaknya. Selain itu sosoknya juga teguh dalam memegang prinsip (principle man). Ia juga memiliki sifat bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh alasan apapun dalam mengambil keputusan. Ia tidak ingin menjadi orang tua yang senang memanjakan anak.

IBU (MRS. Paul) : merupakan sosok ibu berusia sekitar 38-40 tahun yang memiliki sifat penyayang, mampu menjadi penengah konflik (mediator) antara ayah dan anak-anaknya dan ia juga memiliki ide-ide yang bagus/menarik. Menariknya ia juga memiliki sifat humoris. Ia juga kadang bertindak layaknya seorang komandan dalam mengontrol keadaan keluarganya terutama ketiga anaknya.

FRED : adalah anak pertama Mr. & Mrs. Paul yang telah berusia 17 tahun. Ia adalah seorang pemuda yang berpikiran dewasa dan penyabar serta baik hati. Fred juga termasuk seorang pemuda yang rajin belajar dan berbakti kepada orang tua.

DOROTHY ( DOT) : merupakan anak kedua dari Mr. & Mrs. Paul dan berusia 16 tahun. Dot merupakan gadis remaja yang amat memperhatikan penampilan kesehariannya terutama kecantikannya. Sayangnya meski cantik, ia senang mengganggu kesenangan orang lain atau berbuat usil.

TOM : anak ketiga Mr. & Mrs. Paul yang telah berusia 14 tahun. Sebagai anak bungsu tidak mengherankan sifatnya terkadang amat manja dan juga senang mengganggu atau berbuat usil. Meski demikian, menariknya karena ia merupakan seorang kutu buku.

PLOT
Drama ini dimulai dengan suara deringan telepon yang berada di dekat Dorothy (Dot) dan Fred. Keduanya dengan cepat melompat karena ingin menjadi yang lebih dahulu mengangkat telepon tersebut karena masing-masing beranggapan bahwa telepon tersebut pastilah untuk salah satu dari mereka. Fred mengira bahwa telepon itu berasal dari teman wanitanya dan begitu pula dengan Dot yang menyangka bahwa telpon tersebut dari teman prianya (pacarnya). Karena Fred yang berada paling dekat dengan telepon itu maka ia berhasil mendapatkannya.

Fred yang sangat gembira setelah menerima telpon itu lalu mendekati ayahnya yang sedang asyik membaca koran. Fred lalu memohon kepada ayahnya agar diberi izin untuk memakai mobil malam itu. Ketika Fred berusaha membujuk ayahnya, Dot dan Tom menyela karena tidak setuju bila ayahnya memberi izin kepada Fred untuk memakai mobil itu. Mereka menganggap bahwa Fred akan menggunakan mobil itu untuk bersenang-senang atau berkencan dengan pacarnya yang baru saja menelponnya. Saat itulah sang ibu (Mrs. Paul) datang dan menengahi perseteruan mereka. Sang ibu berhasil meredakan ketegangan di antara anak-anaknya begitupula dengan sang ayah.

Fred berharap ibunya itu dapat membantunya untuk membujuk sang ayah agar diizinkan menggunakan mobil malam itu juga. Namun dengan tetap berpura-pura sibuk membaca koran, ayahnya tetap bersikeras untuk tidak memberikan izin kepadanya karena berdasarkan kesepakatan dalam keluarga mereka bahwa selain hari Jum’at, Sabtu dan minggu sore, maka mobil tidak boleh digunakan. Hal ini diingatkan pula oleh Dot karena hari ini adalah hari Rabu.

Sang ibu lalu meminta penjelasan Fred mengenai alasan putranya itu untuk memakai mobil hari itu. Namun Fred berusaha menyembunyikan maksud yang sebenarnya karena itu merupakan alasan pribadi yang ingin ia rahasiakan.

Mendengar hal itu kedua adiknya tetap protes sembari memaki-maki kakaknya yang dianggap egois. Mereka tetap memprotes keinginan keras Fred yang ingin memakai mobil itu malam ini juga. Sementara itu ibu mereka masih terus berusaha membujuk sang ayah agar bersedia mengizinkan Fred memakai mobil. Namun sang ayah mengatakan bahwa yang namanya peraturan tetaplah peraturan dan harus dipatuhi.

Fred tak mau menyerah dan ia terus membujuk agar sang ayah mengijinkannya memakai mobil malam itu dengan alasan bahwa ia hendak memberi mereka sebuah kejutan. Sementara itu sang ibu masih merasa curiga bahwa Fred akan menggunakan mobil itu untuk berkencan apalagi kedua adiknya yang bernama Tom juga berceloteh bahwa Fred akan membawa mobil itu untuk menonton di bioskop bersama seorang gadis yang merupakan pacar barunya.

Fred pun lalu mencoba memberi alasan kepada ibunya bahwa ia tidak akan pergi berkencan bersama pacarnya seperti yang disangkakan oleh kedua adiknya. Fred mengancam akan naik taksi jika tetap tidak diizinkan menggunakan mobil tersebut. Sang ayah protes karena ia yakin bahwa menggunakan jasa taksi sangat mahal. Karena itu sang ayah lalu kembali bertanya seberapa pentingya mobil itu bagi Fred malam-malam begini. Sang ibu mencoba membantu Fred dengan mengatakan bahwa alasan Fred bersifat rahasia.

Tak tahan dengan celoteh kedua adiknya yang terus memanas-manasi sang ayah agar tidak memberinya izin, Fred pun akhirnya berterus terang kepada mereka semua bahwa ia akan menggunakan mobil itu untuk menjemput sang nenek di Stasiun. Jadi yang menelpon tadi adalah nenek mereka sendiri juga. Dan Fred mengatakan bahwa saat itu sang nenek sebenarnya sudah berada di stasiun sehingga ia harus segera menjemputnya. Sang nenek bahkan menelpon untuk memberitahu bahwa ia hendak naik taksi ke rumah mereka.

Mendengar hal itu mereka semua yang ada di ruang keluarga itu menjadi sangat terkejut dan menyayangkan mengapa Fred tidak langsung berterus terang saja sejak awal sehingga tidak perlu ada keributan kecil dalam keluarga mereka. Fred pun menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud apa-apa kecuali ingin memberikan kejutan kepada mereka semua.

Akhirnya, mereka sekeluarga bahagia dan girang karena akan kedatangan nenek mereka. Kedua adik Fred pun menghentikan kesibukan belajar mereka saat itu juga lalu bergegas mempersiapkan diri untuk ikut bersama kakak mereka untuk menjemput sang nenek. Sang ibu mulanya menegur Tom agar mengerjakan saja PR-nya. Namun Tom keburu menutup bukunya dan mengatakan bahwa ia akan mengerjakannya nanti setelah menjemput nenek mereka. Sang ibu yang gembira pun menyuruh agar Fred segera bergegas menjemput nenek mereka. Tentu saja sang ayah memberi izin kepada Fred untuk memakai mobil malam itu juga dan berpesan agar Fred berhati-hati mengemudi di jalan raya.

Saat ketiga anak mereka berangkat menjemput sang nenek, sang ayah dan ibu pun mulai mempersiapkan diri dengan merapikan dan menata ruang tamu serta mempersiapkan makanan istimewa untuk menyambut kedatangan sang nenek tersebut.

Dalam dialog akhir sang ibu merasa heran mengapa sang nenek tidak mengabarkan terlebih dahulu bahwa dia akan datang padahal dengan demikian ia bisa mempersiapkan segala sesuatunya. Mr. Paul lalu menerka-nerka mungkin nenek tidak ingin membuat mereka menjadi sibuk mempersiapkan kedatangannya sehingga tidak memberitahu Mrs. Paul. Hal ini membuat Mrs. Paul merasa penasaran dan ingin tahu ada apa sebenarnya.

1. KESIMPULAN
Never on Wednesday merupakan sebuah drama yang sangat menarik untuk dianalisa. Drama merupakan drama situasi komedi yang merefleksikan kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Amerika. Salah satu isu yang paling menarik dari drama ini yaitu perihal generasi muda dari sisi positif. Peran atau keberadaan ketiga anak Mr. dan Mrs. Paul mampu menghadirkan kedinamisan dalam keluarga berkat kehalusan tata cara mereka dalam berargumentasi sehingga kehidupan keluarga mereka tidak membosankan.

Kisah dalam drama singkat ini mungkin dewasa ini sudah terbilang langka terutama dalam masyarakat Indonesia. Keharmonisan keluarga yang tercapai berkat kesabaran dan juga kebijaksanaan dalam mengambil keputusan maupun alur berpikir dari masing-masing karakter seyogyanya dapat dijadikan contoh dalam kehidupan keluarga kita sehari-hari. Sayang sekali, pemuda yang memiliki perangai seperti Fred dan saudara-saudaranya sudah sulit ditemui di kehidupan nyata kita sekarang ini. Dewasa ini para pemuda atau remaja yang kita lebih banyak yang tingkahnya sering menyusahkan orang tua karena senang berfoya-foya atau malah sering bertengkar sesama saudara mereka. Selain itu orang tua yang bijak dan tegas pun rasanya sudah ikut menjadi makhluk yang langka pula. Drama ini mengajarkan pula tentang kedisiplinan, baik itu menyangkut hal-hal kecil seperti waktu belajar maupun aturan tak tertulis yang telah disepakati bersama dalam suatu keluarga. Singkatnya untuk menjalin suatu keharmonisan keluarga yang dinamis mutlak diperlukan hal-hal seperti sifat bijaksana, penyabar, tegas, senang berbuat baik dan disiplin.

Secara keseluruhan dialog dalam drama ini mudah dicerna karena berlandaskan keadaan kehidupan sehari-hari dan juga bersifat jenaka atau mengandung humor sehingga dapat mengusir kebosanan.


 

Nenk Ana Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea